Terima Kasih
Ku langkahkan kedua kaki
Meninggalkan tempat ternyaman di bumi
Jauh… hingga sampai di kota ini
Demi meraih mimpi
Kutanya pada diri sendiri
Apakah sudah benar jalan yang kupilih?
Haruskah aku kembali?
Atau tetap bertahan disini?
Aku pun terus mencari
Tapi belum kudapat jawaban maupun arti
Terombang-ambing kesana-kemari
Tetap saja tak kudapat kunci dari semua tanya ini
Lalu muncullah kau di hari pertama kelas
Seorang yang kulihat tegas
Datang untuk melaksanakan tugas
Agar yang diajarnya mampu berpikir cerdas
Katamu, ilmu akademik itu mudah
Kubisa belajar lewat membaca
Lalu, untuk apa aku kuliah?
Untuk apa aku pergi jauh dari rumah?
Ternyata ada hal istimewa yang tak bisa kudapat dari
membaca
Ialah hal yang kau sajikan dengan cerita
Tentang bagaimana hidup sebenar-benarnya
Tentang bagaimana mengartikan sebuah makna
Bukan hanya perkara teori
Tapi tentang arti
Arti dari keberadaan, pun kehidupan
Kau
beri warna pada kertas kosongku
Merah, agar semangat selalu membara dalam diriku
Putih, agarku jauh dari sifat angkuh
Biru, agar rasa damai senantiasa dalam hatiku
Dan emas, agarku bersinar dengan ilmu
Kini…
Sedikit demi sedikit kudapat jawaban dari semua tanya
Tentang aku yang tak boleh menyerah
Tentang harap yang dititipkan orang tua
Tentang janji yang mereka pinta
Semua berporoskan pada mimpi yang akan kugapai nanti
Teruntuk seorang yang telah memberiku jawaban dari
semua tanya,
Teruntuk seorang yang membuatku memaknai kehidupan
jauh lebih berharga,
Teruntuk seorang yang tulus berbagi pengalaman
miliknya,
Terima kasih atas semua jasa yang tak terkira
Terima kasih atas segala cerita yang tak bisa
didengar dimana-mana
Terima kasih atas ilmu yang tak bisa dinilai
harganya
Terima kasih, Sir Anaconda.
Cikarang, 19 Desember 2017
-dibuat oleh seorang mahasiswi amatiran, pencari
pengalaman.
p.s puisi ini dicipta demi menuntaskan tugas kuliah, juga didedikasikan untuk dosen yang sangat berarti untuk pencipta
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus