Tentang Perasaan yang Tak Terbalas
Langit kembali mendung Seakan mengerti perasaanku yang terbendung Entah sampai kapan aku harus menahannya Langit saja telah menjatuhkan tetes-tetes airnya Kukira ini hanya ketertarikan sesaat Tapi mengapa aku terluka begitu hebat Kukira kau dan aku sudah sangat dekat Nyatanya hatiku saja yang terikat Aku terjebak didalammu Tak tahu kemana harus menuju Kau pun sudah memberi kunci tuk keluar darimu Hanya saja aku belum mau Apa artinya aku untukmu? Apakah hanya sebatas penghilang pilu? Lalu, tak kau pikirkah perasaanku? Mendengar kau bercerita tentangnya selalu Aku selalu ada untukmu disini Tak pernah enggan untuk beranjak pergi Sayangnya kau tak pernah menganggap diri ini Lebih dari pendengar curhatan hati, tentang kekasih Tahukah kau sang pujangga hati? Melihatmu dengan dirinya kembali, Rasanya seperti tertusuk pisau belati Dan aku pun tak tahu harus apa lagi Hanya bisa berserah diri Sembari kembali menikmati sepi, sendiri ...