Tentang Perasaan yang Tak Terbalas
Langit kembali mendung
Seakan mengerti perasaanku yang terbendung
Entah sampai kapan aku harus menahannya
Langit saja telah menjatuhkan tetes-tetes airnya
Kukira ini hanya ketertarikan sesaat
Tapi mengapa aku terluka begitu hebat
Kukira kau dan aku sudah sangat dekat
Nyatanya hatiku saja yang terikat
Aku terjebak didalammu
Tak tahu kemana harus menuju
Kau pun sudah memberi kunci tuk keluar darimu
Hanya saja aku belum mau
Apa artinya aku untukmu?
Apakah hanya sebatas penghilang pilu?
Lalu, tak kau pikirkah perasaanku?
Mendengar kau bercerita tentangnya selalu
Aku selalu ada untukmu disini
Tak pernah enggan untuk beranjak pergi
Sayangnya kau tak pernah menganggap diri ini
Lebih dari pendengar curhatan hati, tentang kekasih
Tahukah kau sang pujangga hati?
Melihatmu dengan dirinya kembali,
Rasanya seperti tertusuk pisau belati
Dan aku pun tak tahu harus apa lagi
Hanya bisa berserah diri
Sembari kembali menikmati sepi, sendiri
Teruntuk kamu yang tak pernah peka
Terima kasih telah menunjukkan arti dari cinta
Tentang perasaan yang tak terbalas
Tentang hati yang dengan teganya ditebas
Tolong ajari aku cara hidup dengan bebas
Dan hilangkan abnormalitas
Tanpa kamu menjadi alasanku beraktivitas
Makassar, April 2017
Your lover
Komentar
Posting Komentar