Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Terima Kasih

Ku langkahkan kedua kaki Meninggalkan tempat ternyaman di bumi Jauh… hingga sampai di kota ini Demi meraih mimpi Kutanya pada diri sendiri Apakah sudah benar jalan yang kupilih? Haruskah aku kembali? Atau tetap bertahan disini? Aku pun terus mencari Tapi belum kudapat jawaban maupun arti Terombang-ambing kesana-kemari Tetap saja tak kudapat kunci dari semua tanya ini Lalu muncullah kau di hari pertama kelas Seorang yang kulihat tegas Datang untuk melaksanakan tugas Agar yang diajarnya mampu berpikir cerdas Katamu, ilmu akademik itu mudah Kubisa belajar lewat membaca Lalu, untuk apa aku kuliah? Untuk apa aku pergi jauh dari rumah? Ternyata ada hal istimewa yang tak bisa kudapat dari membaca Ialah hal yang kau sajikan dengan cerita Tentang bagaimana hidup sebenar-benarnya Tentang bagaimana mengartikan sebuah makna Bukan hanya perkara teori Tapi tentang arti Arti dari keberadaan, pun kehidupan Kau beri warna pada ker...

Seperti Burung

Mereka pun terbang terlihat bersenang-senang Bersama melayang Bahagia diatas penderitaan Ceria dibalik pengkhianatan Gembira disamping kesedihan Tak habis pikir saja Mereka bisa bersama Bergandengan didepan muka Seakan dunia milik berdua Darinya, membuat sadar Bahwa cinta tidak selamanya benar Bahwa dia layaknya burung Ada kemungkinan jauh melambung Ataukah menetap hanya karena beruntung Cikarang, 16 Desember 2017 Your lover.

Tanya dan Jawab

Kamu... Jelmaan dari kata hampir Analogi dari kata sekedar mampir Yang jawabannya masih saja saya fikir Berhari-hari saya lalui sendiri Berbulan -bulan saya lewati Berbagai musim pun telah menghiasi Tapi tetap saja, hanya jawabanmu yang saya nanti Tak bisa saya pungkiri Ada sedikit ketertarikan di hati Mungkin kamu tlah ketahui Tapi tetap harus saya akui yang saya tunggu hanya jawaban pasti Tentang hubungan ini Tentang apa jadinya saya dan kamu nanti Apakah bersatu menjadi kita Atau harus terpisah Cikarang, 15 Desember 2017 ditulis oleh seorang yang kau lupakan hari spesialnya, Your lover.

Tanpa Judul, Hanya Ada Tanya

Cikarang, 12/12, 00:12 Entah jangkrik disana masih setia menuju sunyi, atau telah berganti menjadi bunyi Rasanya diri ini kenyi Akibat rindu masih setia menemani Perkara rindu, akan masa lalu, akan dirimu. Satu-satunya obat hanyalah bertemu Tapi apa gunanya temu jika hanya diam terpaku Beku... Bisu... Layaknya batu Rasanya ingin kembali seperti dulu Dimana sama sekali tak ada rindu Rasanya ingin kembali seperti dulu Dimana kau setia mendengar keluh kesah ku Sepanjang waktu Tanpa ada rasa ragu Dicampakkan olehmu Perihal mengapa kita semakin jauh, mungkin sebab kau berubah menjadi angkuh? Atau memang kau sudah acuh? Atau mungkin kau tak lagi teduh. Aduh... Terlalu banyak tanda tanya berlabuh Tanpa ada jawaban yang ampuh Tuk menjawab semua keluh -dalam puisiku, yang tak sebagus dulu, tanpa ada kamu, kuharap kau luluh. Dariku, untukmu, Your lover.

Rindu

Dan akhirnya jangkrikpun menuju sunyi Berganti siulan syahdu makhluk bersayap ciptaan ilahi Walau lebih sepi Tapi setidaknya menemani setiap insan diwaktu pagi Sepatah katapun keluar lepas sendiri "Rindu" Sebuah kata pangkal segala rasa Tertanda hidup tak lagi sederhana Keluar lepas menyebabkan sedih Kadang juga bahagia, walau akhirnya tertatih Akhirnyapun rindu akan menjadi kuat Seperti bom atom yang akan meledak Menghancurkan sepi tanpa pandang bulu Benar kata Dilan "Jangan rindu, cukup aku saja, karena rindu itu berat" Karena rindu itu berat... Jika ditopang akan membuat tertunduk Hingga badan tak lagi mampu tuk bergerak Hai rindu... Sungguh kau begitu menyusahkan Memperumit keadaan Walau sebenarnya kau adalah pangkal harapan Rindu itu bagaikan hujan Jatuh, jatuh, dan jatuh Kembali jatuh dan jatuh seterusnya Tapi tahukah kalian? Dikala hujan jatuh, makhluk pun menerima hidupnya Karena rindu adalah s...

Darimu Aku Tau Cinta

Darimu aku belajar cinta Rasa yang membuat bahagia Sekaligus membuat merana Darimu aku belajar bangkit Dari jatuh cinta yang pahit Walau terasa sangat sakit Darimu aku belajar ikhlas Tetap tersenyum walau tak terbalas Tahu siapa yang pantas jadi prioritas Dan darimu aku belajar arti cinta Bukan tentang kebencian Tapi cinta hanya tentang penerimaan Terima rasa yang tlah tumbuh dalam diri Terima kenyataan bahwa yang kau cintai tak jatuh hati Terima walau jadi teman saat ini Tetap menerima walau pernah merasa tersakiti Maafkan aku yang tak bisa menerima Maafkan aku yang tak bisa menunjukkanmu indahnya rasa suka Maafkan aku yang membuatmu merasa buruknya cinta Tapi terima kasih telah mengajariku arti dari cinta yang sesungguhnya Makassar, 21 Mei 2017 ditulis sebagai permintaan maaf untuk seseorang yang jauh disana. Your lover

Selamat Malam

Selamat malam kamu Seseorang yang seiring bergerak majunya waktu, semakin ambigu Tapi selalu menjadi seseorang yang ku rindu Yang tentunya senantiasa berada di dalam kalbu Rasanya semakin jauh saja jarak antara aku dan kamu Entah itu karena kamu yang mencoba menjauh Atau karena kamu yang mulai tak acuh Rasanya aku seperti teranduh Berusaha tuk tetap tangguh Agar tak terlihat rapuh dihadapanmu Yang ternyata sudah punya yang baru Akhirnya kamu temukan pujangga hati Yang katamu membuat hidupmu berwarna tiap hari Apalah dayaku ini Yang tak berani menyampaikan isi hati Hanya bisa bersuara lewat puisi Sambil menikmati malam malam sepi Ditemani secangkir kopi Lagi lagi kutulis puisi untukmu dikala malam Tapi kali ini malamku rasanya begitu kelam Mungkin akibat dari perasaan yang terpendam Hingga membuat duniaku kini mulai buram Terima kasih telah membuatku tenggelam Selamat malam! Makassar, 12 Mei 2017 Your lover

Tentang Perasaan yang Tak Terbalas

Langit kembali mendung Seakan mengerti perasaanku yang terbendung Entah sampai kapan aku harus menahannya Langit saja telah menjatuhkan tetes-tetes airnya Kukira ini hanya ketertarikan sesaat Tapi mengapa aku terluka begitu hebat Kukira kau dan aku sudah sangat dekat Nyatanya hatiku saja yang terikat Aku terjebak didalammu Tak tahu kemana harus menuju Kau pun sudah memberi kunci tuk keluar darimu Hanya saja aku belum mau Apa artinya aku untukmu? Apakah hanya sebatas penghilang pilu? Lalu, tak kau pikirkah perasaanku? Mendengar kau bercerita tentangnya selalu Aku selalu ada untukmu disini Tak pernah enggan untuk beranjak pergi Sayangnya kau tak pernah menganggap diri ini Lebih dari pendengar curhatan hati, tentang kekasih Tahukah kau sang pujangga hati? Melihatmu dengan dirinya kembali, Rasanya seperti tertusuk pisau belati Dan aku pun tak tahu harus apa lagi Hanya bisa berserah diri Sembari kembali menikmati sepi, sendiri ...

Balasan dari Malam

Tak perlu menanyakan kehadiranku Tak perlu menanyakan kesetiaanku Sebab aku tidak sempurna untukmu Karena itu matahari menggantikanku Walau jangkrik tak lagi berbunyi Walau rumput terlihat lemah lunglai Aku tetap disini Menanti hingga datang kembali Jangan katakan bodoh pada dirimu Jika kau mulai lelah, beristirahatlah dulu Pejamkan matamu dan mimpikan aku Yang mungkin bisa menjadi pengganjal rindu Apakah aku terlihat ceria? Artinya aku berhasil bersandiwara Tak sedetik pun aku lupa akan surya Aku hanya berusaha terlihat sempurna Untuk apa memintaku berbalik? Jika itu hanya menyakiti hati Relakan aku jika nantinya harus pergi Dan ku janji kau tuk datang kembali, tinggal lebih lama lagi Makassar, 22 April 2017 ditulis untuk membalas puisi Malam, walau tau bahwa dirinya bukanlah orang yang dituju. Your lover

Malam (Bagian ke-2)

Hai malam, dimana dirimu sekarang Akankah kau memikirkanku Karena hari mulai terang sekarang Mentari mulai menyinariku Hai malam, dimana dirimu sekarang? Akankah aku bodoh menunggu Karena jangkrik pun mulai menghilang Rumput pun mulai bergoyang sayu Hai malam, kurasa aku sudah bodoh Karena berharap hingga tergopoh Bahkan badan mulai roboh Mengharap gelap datang dengan ceroboh Hai malam, mengapa kau begitu ceria? Menyelimuti bumi dengan bangga Hingga lupa akan surya Yang mustahil akan berjumpa Hai malam, cobalah berbalik badan Walau ingatan hanya tinggal kenangan Dan setiap cahaya menyisakan bayangan Tinggimoncong, April 2017 (juga) ditulis oleh seseorang yang katanya tak pandai meciptakan puisi

Malam

Cerita hancur tak bersisa Begitu malam datang menghampiri Jangkrik bising menghias telinga Mendesis merdu memecah sepi Hai malam, mengapa hidup serumit ini? Jenuhkah kau tuk datang menyapa kembali? Sapaan mesra ditengah sepi Berteman hampa angin berhembus kesana kemari Hai malam, apa yang harus kulakukan? Mengapa kau beranjak pergi? Akankah kau kembali menyapa mesra penuh kenyamanan? Karena kulihat pagi pun tak kunjung mengganti Daratan, 20 April 2017 ditulis oleh seseorang yang katanya tak pandai menciptakan puisi

Untukmu Sang Api Biru

Masih ingatkah? Kaki seirama melangkah Dengan senyum sumringah tentunya Kita memasuki bangunan megah Sebut saja itu sekolah, atau asrama Kini seragam kita tak lagi putih biru Juga tak lagi putih abu-abu Karena kelak, masing-masing dari kita akan memakai almamater baru Kita telah menghabiskan waktu dalam suka maupun duka Hari-hari kita isi dengan canda dan tawa Tak terasa, kini kita ada di penghujung cerita Maka jadikanlah akhir cerita di sma ini sebagai masa-masa bahagia Memang benar kata mereka Masa terindah ada di sma Tak hanya perihal cinta Pun perihal saudara beda orang tua Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan Pun setiap kejadian pastinya tersimpan kenangan Jadi, jangan pernah melupakan! Maaf untuk semua kesalahanku, kawan Maaf jika aku pernah menyakiti hati kalian Dan juga, terima kasih Terima kasih karena telah membuat kertas kosongku penuh dengan kenangan Tiga warsa tak terasa Tiba-tiba mau kuliah saja Ah, rupanya kita sudah dewasa Saatnya b...

Bumi, Matahari, Kau, dan Aku

Hitam. Kelam. Gelap. Sepi. Bumi nampaknya semakin kacau. Entah itu karena bumi ditinggalkan oleh mataharinya, atau karena kau yang pergi. Lalu pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, sepercik cahaya seperti matahari muncul. Tak terang sepertinya memang. Tapi cukup tuk buat bumi kembali bersinar, walau sementara. Perkenalkan, dia..... bulan Semenjak bulan datang, bumi terlihat kembali seperti semula. Tapi, bumi tetap terlihat beda. Mungkin benar kata orang, sesuatu jika ditinggalkan, lalu kembali, pastinya tak akan sama lagi. begitupun bumi. Ada satu hal yang mengganjal. Dia tetap bersinar, tapi wajahnya murung (lebih terkesan seperti memaksakan senyuman). Mantra apa yang matahari berikan kepada bumi? Mengapa efeknya bertahan lama hingga sekarang? Apa kau juga belajar mantra itu dari matahari? Tidak cukupkah kepergiannya membuat bumi menangis? Menitikkan tetes-tetes air ke permukaannya. Dari semua problema ini, yang kutahu, memang sudah takdirnya bumi dan matahari bersama. Tapi...

Itu Dulu

Kau ada di setiap mimpiku Kau ada di setiap doaku Kau ada di setiap detikku Tapi, itu dulu... Katamu, bersamaku adalah mimpimu Katamu, aku adalah anugerah terindah Tuhan untukmu Katamu, aku adalah prioritasmu Tapi, itu dulu... Kita merajut kisah indah Kisah-kasih di putih abu-abu Hanya tentang kita berdua Tak perduli dengan waktu Tapi, lagi-lagi, itu dulu... Kini.... Putrimu tlah datang, pangeran Mengalihkan semua pandangan Menjemputmu dengan paksaan Aku ingin memberontak dan marah Tapi, ku lihat kau tersenyum ke arahnya Ku lihat sinar bola matamu berbeda saat menatapnya Dan aku sadar aku hanya tempatmu singgah Kau, pergilah bersamanya Merajut kisah baru penuh warna Aku masih ingin disini Bernostalgia akan hal-hal indah yang pernah kita lalui Dan lagi lagi, itu dulu Tinggimoncong, 23 Maret 2017 Your lover