Malam (Bagian ke-2)
Hai malam, dimana dirimu sekarang
Akankah kau memikirkanku
Karena hari mulai terang sekarang
Mentari mulai menyinariku
Hai malam, dimana dirimu sekarang?
Akankah aku bodoh menunggu
Karena jangkrik pun mulai menghilang
Rumput pun mulai bergoyang sayu
Hai malam, kurasa aku sudah bodoh
Karena berharap hingga tergopoh
Bahkan badan mulai roboh
Mengharap gelap datang dengan ceroboh
Hai malam, mengapa kau begitu ceria?
Menyelimuti bumi dengan bangga
Hingga lupa akan surya
Yang mustahil akan berjumpa
Hai malam, cobalah berbalik badan
Walau ingatan hanya tinggal kenangan
Dan setiap cahaya menyisakan bayangan
Tinggimoncong, April 2017
(juga) ditulis oleh seseorang yang katanya tak pandai meciptakan puisi
Komentar
Posting Komentar