Postingan

Bumi, Matahari, Kau, dan Aku

Hitam. Kelam. Gelap. Sepi. Bumi nampaknya semakin kacau. Entah itu karena bumi ditinggalkan oleh mataharinya, atau karena kau yang pergi. Lalu pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, sepercik cahaya seperti matahari muncul. Tak terang sepertinya memang. Tapi cukup tuk buat bumi kembali bersinar, walau sementara. Perkenalkan, dia..... bulan Semenjak bulan datang, bumi terlihat kembali seperti semula. Tapi, bumi tetap terlihat beda. Mungkin benar kata orang, sesuatu jika ditinggalkan, lalu kembali, pastinya tak akan sama lagi. begitupun bumi. Ada satu hal yang mengganjal. Dia tetap bersinar, tapi wajahnya murung (lebih terkesan seperti memaksakan senyuman). Mantra apa yang matahari berikan kepada bumi? Mengapa efeknya bertahan lama hingga sekarang? Apa kau juga belajar mantra itu dari matahari? Tidak cukupkah kepergiannya membuat bumi menangis? Menitikkan tetes-tetes air ke permukaannya. Dari semua problema ini, yang kutahu, memang sudah takdirnya bumi dan matahari bersama. Tapi...

Itu Dulu

Kau ada di setiap mimpiku Kau ada di setiap doaku Kau ada di setiap detikku Tapi, itu dulu... Katamu, bersamaku adalah mimpimu Katamu, aku adalah anugerah terindah Tuhan untukmu Katamu, aku adalah prioritasmu Tapi, itu dulu... Kita merajut kisah indah Kisah-kasih di putih abu-abu Hanya tentang kita berdua Tak perduli dengan waktu Tapi, lagi-lagi, itu dulu... Kini.... Putrimu tlah datang, pangeran Mengalihkan semua pandangan Menjemputmu dengan paksaan Aku ingin memberontak dan marah Tapi, ku lihat kau tersenyum ke arahnya Ku lihat sinar bola matamu berbeda saat menatapnya Dan aku sadar aku hanya tempatmu singgah Kau, pergilah bersamanya Merajut kisah baru penuh warna Aku masih ingin disini Bernostalgia akan hal-hal indah yang pernah kita lalui Dan lagi lagi, itu dulu Tinggimoncong, 23 Maret 2017 Your lover

Merindukan November

Aku..... Seorang yang merindu Rindu akan langit November Langit yang enggan menampakkan kesedihannya Langit yang dengan kuatnya menahan simbol kesedihan Langit yang tak menangis sesering Desember Aku..... Seorang yang merindu Rindu akan tenangnya November Dimana tak ada suara-suara bising itu Dimana tak ada pertengkaran Dimana semua masih terlihat akur dan menenangkan Aku...... Seorang yang merindu Rindu akan sifat November Sifat yang menunjukkan kekuatannya Sifat yang menampakkan ketegarannya Sifat yang memperlihatkan kesabarannya Sifat yang tak mudah putus asa Lagi.... Lagi.... Lagi..... Dan akan selalu begini Aku, seorang yang berteduh di bawah kesedihan Desember  Aku, seorang yang merindukan November November yang dengan sabarnya berjuang walau tlah jatuh berkali-kali November yang dengan perhatiannya memikirkan problema diri ini November yang dengan kasihnya mengurus hidup diri ini Dan disini Di tempat ini Di bul...